Photo by Zach Lucero on Unsplash

Ini berat, tidak semudah seperti apa yang terlihat.

Dimana ia harus mampu membimbing malaikat kecilnya. Dimana ia harus mampu memberikan pendidikan yang sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dimana ia harus mampu menanamkan tauhid pada aqidah anak-anaknya.

Seorang madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ia harus menuntun anak-anaknya untuk belajar kitabullah yang kelak akan menjadi pertanggungjawaban sebagai orang tua di akhirat.

Percayalah, ini sungguh sangat tidak mudah.

Membutuhkan banyak sekali akan ilmu untuk menyelam ke arah sana. Semua itu harus di lalui dengan ilmu agama yang haq. Jika, tanpa ilmu maka mustahil anak-anaknya akan menjadi penyelamatnya di akhirat kelak.

Duhai, berbanggalah dirimu yang mendapat gelar sebagai perempuan.

Betapa berharganya sosoknya, meski ia begitu bengkok. Ya, tentu itu. Untukku dan untukmu, jangan lelah untuk itu. Tetaplah kuat tak apa jika engkau harus tertatih dan jatuh berkali.

Teruslah memperbaiki diri agar mampu menjadi sebaik-baiknya ibu untuk malaikat kecilmu dengan izin Allah.

Semoga yang belum menikah akan dipertemukan dengan yang sekufu, setujuan dan sejalan. Sebab jika tidak, maka semuanya akan terasa sia-sia.

Pesan dari ibu untukmu nak ;
“Nak, ada ataupun tidaknya dirimu didunia ini semuanya adalah murni atas izin dan kehendak Allah. Namun, setidaknya ibu sudah berusaha keras untuk terus memperbaiki diri nak. Dan Allah telah mencatat niat ibu untuk menjadi yang layak untukmu kelak.

Nak, dan percayalah bahwa ibu sudah mencintaimu bahkan sebelum dirimu ada. Semoga dirimu benaran menjadi mutiara penyelamat ibu kelak,”.

 

Source : Rizka Rahmadina

Hosting Unlimited Indonesia