Saat sebagian besar masyarakat Indonesia memilih mengikuti anjuran pemerintah #diRumah_Aja, saya beserta keluarga memilih #diKebun_Aja.

Ya… ke kebun untuk memanen hasil benih jagung hibrida yang dititipkan dalam tanah tiga bulan lalu.

Langkah kaki dari rumah sejam seusai salat subuh penuh semangat. Sebab, hasil keringat tidak lama lagi akan terbasuh oleh rupiah yang diidamkan.

Setiba di pinggiran kebun, jagung yang hendak dipetik sudah mulai mengintip dari pembungkusnya.

Ada yang mengintip secara sempurna, ada pula yang mengintip dengan ekspresi sedih (rusak) lantaran diserang hama (Nakanrei Olo’ Bataraka).

Kondisi ini tentunya mempengaruhi hasil. Dapat dipastikan timbangan kian ringan dan harga meleset dari prediksi.

Jika demikian, maka memperbanyak syukur dan sabar adalah solusi. Solusi menghadapi kepeningan hama dan pandemi corona yang belum juga usai.

Source : Muslim Daeng Embah

Hosting Unlimited Indonesia