Photo by Paul Hanaoka on Unsplash

Derai tawamu rindu di aku
Selingan derca berketuk palu sepi
Dikau haturkan rindu di perapianku
Sahutkan bejana sepi berperih
Rintihlah aku di sini

Sungguh dengarlah rintihku
Sendi sendiku berjenjang hancur
Sakit, bukan penyakit
Harapkan laskar pelangi setelahnya

Langkah daku melambat
Deraiku tak kunjung usai
Sinarku kian kelam menhitam
Bagaimana mungkin malamku tak jenuh?
Laluku pun tak punya arti

Seutas surat kulayangkan kedikau, sayang
Sapalah secerca bait yang ku senandungkan
Ramaikan sepi rinduku di sini

Hanya inginkan dikau, sayang
Kutunggu disini, pecahkan sepi
Menyapu segala rindu menderita
Harap waktu bawa dikau ke haluanku

Gowa, 03 Desember 2015

Hosting Unlimited Indonesia